Article Detail
Botanopoli Tree, Media Pembelajaran Kreasi Mahasiswa Magang untuk Kelas XII.2 SMA Tarakanita Magelang
SMA
Tarakanita Magelang kembali menghadirkan pembelajaran yang variatif bagi
peserta didik kelas XII.2 melalui penerapan media pembelajaran Botanopoli
Tree pada mata pelajaran Biologi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 27
Juli 2026.
Media
ini merupakan inovasi dari Talitha Najiha Lail, mahasiswa Magang Program
Kependidikan Terintegrasi Universitas Tidar yang tengah menjalani praktik
mengajar di SMA Tarakanita Magelang. Botanopoli Tree dikembangkan
sebagai media pembelajaran Biologi berbentuk permainan monopoli, yang secara
khusus diterapkan pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan.
Dalam
penerapannya, Botanopoli Tree digunakan di kelas XII.2 pada Senin, 27
Juli 2026, dengan peserta didik dibagi ke dalam enam kelompok yang
masing-masing memulai permainan dengan tiga bintang sebagai nyawa awal. Sebelum
bermain, setiap kelompok terlebih dahulu menyimak penjelasan materi dari guru
selama 15 menit, dilanjutkan sesi bermain selama 45 menit. Setiap pemain
bergerak sesuai hasil lemparan dadu melalui sejumlah kotak dengan tantangan
berbeda, mulai dari kotak tanda tanya yang berisi soal dari "pohon
pertanyaan", kotak "zonk" yang mengharuskan pemain mengikuti
perintah pada kartu minuman, kotak "penjara" yang hanya bisa
dibebaskan dengan menjawab kartu kesempatan, hingga kotak "manusia yang
membawa lampu" yang menantang pemain menjawab clue menggunakan kartu kata
acak. Setiap jawaban benar menambah satu bintang, sedangkan jawaban salah
mengurangi satu bintang, dan kelompok yang kehabisan bintang di tengah
permainan dinyatakan gugur. Pemenang ditentukan dari kelompok dengan perolehan
bintang terbanyak saat waktu permainan berakhir. Melalui media ini, peserta
didik diajak memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dengan cara
yang lebih interaktif dan menyenangkan, tanpa mengurangi kedalaman materi yang
disampaikan.
Selama
kegiatan berlangsung, peserta didik tampak menunjukkan antusiasme dalam mengikuti
setiap sesi permainan. Alfin, salah satu peserta didik kelas XII.2, mengaku
senang dengan media pembelajaran ini. “Permainannya keren, bagus, dan berjalan
lancar. Menurut saya media ini cukup efektif untuk pembelajaran karena saya
jadi bisa memahami materi dengan baik. Hanya saja, penjelasan materinya terasa
terlalu cepat,” ungkapnya.
Kesan
serupa juga disampaikan Cantika. Ia menilai Botanopoli Tree seru dan
berbeda dari media yang digunakan kakak PPL sebelumnya, sehingga ia lebih
menikmati proses belajar. “Permainannya seru, edukatif, dan cukup menantang,
beda dari kakak PPL yang kemarin jadi lebih enjoy. Tapi penjelasan
materinya kecepetan dan waktu bermainnya juga terlalu buru-buru, jadi
timing-nya kurang pas. Pemilihan anggota tim menurut saya juga bisa lebih
diperhatikan lagi ke depannya,” katanya.
Menanggapi
antusiasme peserta didik, Talitha turut menyampaikan harapannya atas kehadiran
media pembelajaran ini. “Saya berharap, dengan adanya media pembelajaran
permainan edukatif Botanopoli Tree dapat menciptakan proses belajar yang
aktif, suasana belajar yang menyenangkan, dan bermakna, sehingga peserta didik
lebih mudah dan lebih memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan,” ujar Talitha mengenai tujuan dan harapannya menghadirkan media
pembelajaran ini bagi peserta didik kelas XII.2.
Kehadiran
Botanopoli Tree menjadi bukti bahwa inovasi pembelajaran dapat lahir
dari kolaborasi antara sekolah dan mahasiswa magang. Media ini diharapkan dapat
terus mendorong semangat belajar peserta didik kelas XII.2, khususnya dalam
memahami konsep-konsep Biologi secara lebih interaktif dan bermakna.
(Penulis: Callistha Puspa Ristanto - PLP Universitas Tidar)
-
there are no comments yet