Article Detail

Keep Struggling and Believe in GOD

Keep Struggling and Believe in God, sebuah kalimat yang selalu memotivasi saya untuk terus berjuang dan berserah kepada Tuhan akan segala hal yang terjadi dalam hidup saya. Kalimat tersebut pula lah yang memotivasi saya ketika mengikuti lomba story telling di Salatiga.

Awalnya, saya tidak pernah sekalipun berminat untuk mengikuti perlombaan bercerita dalam bahasa inggris, atau lebih kerap disebut story telling ini, karena saya berpikir bahwa saya tidak punya potensi di bidang ini. Tetapi hal ini berubah pada saat saya duduk di bangku SMP, ketika guru saya meminta salah satu teman saya untuk mengikuti lomba story telling di tingkat kota. Ia menolaknya dan mengajukan saya untuk menggantikannya. Akhirnya, dengan modal nekat pun saya memberanikan diri untuk mengikuti lomba tersebut, dan puji Tuhan, saya bisa meraih juara III. Sejak saat itu, saya mulai tertarik untuk mengikuti lomba story telling.
Di bangku SMA, tepatnya pada tahun 2011, saya mencoba untuk mengikuti lomba story telling di English Competition Days 2011 yang diadakan oleh Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dan di English Action Days 2011 yang diadakan oleh Universitas Sanata Dharma Jogjakarta. Di kedua kompetisi tersebut, saya gagal meraih juara dan hanya lolos ke babak final. Tetapi saya mau untuk terus berusaha dan berjuang.
Pada Januari 2012, salah satu guru saya, Ibu CME Kristanti, menawari saya untuk mengikuti lomba story telling yang diadakan oleh UKSW Salatiga. Mengingat kegagalan tahun lalu, saya bersemangat untuk mengikuti lomba ini untuk kedua kalinya. Tetapi awalnya saya pun sempat ragu-ragu karena tanggal pelaksanaan lomba tersebut yang hanya berjarak satu hari dengan hari terakhir kegiatan study tour sekolah saya. Saya berpikir bahwa saya pasti akan kelelahan untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut. Tetapi akhirnya, saya memutuskan untuk mengikuti lomba tersebut.
Saya mengikuti lomba tersebut dengan teman-teman saya lainnya yang mengikuti lomba speech/pidato, news casting, dan drama. Hampir setiap hari kami berlatih bersama dan saling memberi masukan. Banyak waktu dan jam pelajaran yang kami korbankan untuk berlatih mempersiapkan lomba ini. Tetapi dalam hal ini sekolah dan guru pun sangat mendukung kami. Latihan rutin tersebut berakhir seminggu sebelum lomba, karena saya dan teman-teman harus mengikuti kegiatan study tour dan live in. Sepulangnya dari kegiatan study tour, saya langsung mempersiapkan segala kebutuhan yang perlu dibawa untuk mengikuti lomba di Salatiga tersebut.
Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 18 Febuari 2012, saya dan teman-teman berangkat bersama ke Salatiga untuk mengikuti lomba di English Competition Days 2012 yang diadakan oleh Universitas Kristen Satya Wacana. Sesampainya di sana, kami melihat banyak pesaing kami yang berasal dari berbagai sekolah di Semarang, Salatiga, Solo, Jogja, dan kota-kota lainnya. Pada saat babak penyisihan, saya sempat minder karena melihat semua pesaing saya yang tampil dengan sangat baik dalam menyajikan cerita mereka. Tetapi saya tetap optimis saja dan terus berdoa dan berserah kepada Tuhan, karena saya yakin apapun yang akan terjadi pasti Tuhan sudah rencanakan yang terbaik untuk saya. Pada babak penyisihan, saya menampilkan kombinasi antara kisah Roro Jonggrang dengan Snow White dan Twilight. Ketika diumumkan hasil penilaian dari babak penyisihan, saya sangat terkejut karena saya menempati posisi pertama dan maju ke babak final beserta dengan kesembilan peserta lainnya. Setelah itu, saya kembali ke hotel bersama teman-teman saya lainnya untuk beristirahat dan mempersiapkan penampilan untuk babak final di keesokan harinya. Saya sangat senang karena teman-teman saya yang selalu mendukung saya, dan juga orang tua saya yang mendukung saya sampai-sampai datang ke Salatiga. Dalam mempersiapkan penampilan untuk babak final, saya mempersiapkannya sampai pada pukul 01.30 dini hari ditemani oleh salah satu teman saya yang juga lolos ke babak semifinal lomba pidato.
Keesokan harinya, saya mengikuti babak final yang dimulai pada pukul 11.00 pagi. Ketika mengambil undian nomor urut lomba, saya mendapat nomor urut 2. Tetapi ternyata peserta nomor urut 1 tidak dapat hadir karena sakit. Jadi, saya menjadi peserta yang tampil pertama. Sebelum tampil, saya berdoa terlebih dahulu. Saya berusaha semaksimal mungkin dalam menampilkan cerita yang saya sampaikan, yaitu kisah inspiratif tentang Steve Jobs. Kisah hidup Steve Jobs tersebut saya modifikasi agar menjadi lucu dan lebih menghibur. Puji Tuhan penampilan saya dapat menghibur para juri dan penonton, walaupun durasi penampilan saya melebihi waktu yang telah ditetapkan, sehingga dapat mengurangi nilai. Kedelapan finalis lainnya juga menampilkan cerita mereka dengan sangat baik. Menurut saya, salah satu pesaing terberat saya adalah seorang siswi yang berasal dari SMA Lab School Salatiga. Seusainya babak final, seluruh peserta dimohon untuk menunggu pengumuman hasil lomba yang akan diumumkan pada pukul 17.00.
Pada saat pengumuman hasil lomba, seluruh peserta lomba berkumpul di aula. Dari peserta lomba story telling, drama, pidato, news casting, dan debat, semua berkumpul di aula tersebut untuk mendengar hasil perlombaan. Suasananya sangat menegangkan. Ketika diumumkan bahwa saya meraih juara pertama dalam perlombaan story telling, saya sangat senang dan sedikit tidak percaya. Saya sangat senang dan bangga karena dapat berprestasi dengan membawa nama baik sekolah saya, SMA Tarakanita Magelang. Saya sungguh bersyukur kepada Tuhan atas prestasi ini. Berjuang itu memang tidak mudah. Tetapi jika kita mau terus berusaha untuk mencapai apa yang kita inginkan, dan berserah kepada Tuhan akan apa yang terbaik bagi kita, perjuangan itu pasti tidak akan sia-sia. 

Sebuah pengalaman yang ditulis oleh Ivon, kelas XI IPA 2 SMA Tarakanita Magelang
Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment