Article Detail
SMA Tarakanita Magelang dan Pondok Pesantren Pabelan: Dialog dalam Kebhinekaan Melalui P5
Magelang – Rabu, 11 September 2024,
SMA Tarakanita Magelang melaksanakan program P5 dengan melakukan kunjungan ke
Pondok Pesantren Pabelan. Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman
tentang keberagaman dan kebhinekaan dalam konteks pendidikan serta kehidupan
sehari-hari.
Kegiatan ini melibatkan 96
siswa/siswi kelas XI SMA Tarakanita dan puluhan santri dari Pondok Pabelan.
Beberapa guru dan mahasiswa PLP Universitas Tidar juga turut mendampingi
kegiatan dari awal sampai akhir.
Pak Anggoro Sulistyo, S.Pd. selaku waka Kurikulum dan perwakilan guru dari SMA Tarakanita, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan
bagian dari implementasi program P5 dengan tema kebhinekaan. Selain itu, beliau
juga memberikan pandangan dan penjelasan mengenai keadaan SMA Tarakanita yang
meskipun berdiri di bawah yasasan katolik, tetapi memiliki keberagaman dalam
hal suku, ras, dan agama.
Kegiatan P5 ini diawali dengan sesi
sharing dari K.H. Ahmad Najib Amin, selaku tuan rumah, mengenai Pondok
Pesantren Pabelan. Beliau menjelaskan sejarah berdirinya Ponpes Pabelan,
kegiatan sehari-hari yang dilakukan santri, budaya, dan wujud kebhinekaan yang
dapat ditemukan di Ponpes Pabelan.
Setelah sesi sharing singkat,
kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara siswa/siswi SMA
Tarakanita dan Santri Ponpes Pabelan. Salah seorang siswa SMA Tarakanita
menanyakan mengenai penerapan kebhinekaan di lingkungan pesantren yang homogen
dalam agama. Selain itu, seorang guru SMA Tarakanita juga bertanya mengenai
tantangan dan dinamika dalam mengelola keberagaman di pesantren.
Sesi tanya jawab dan diskusi
diakhiri dengan obrolan singkat antar individu siswa SMA Tarakanita dan santri
Ponpes Pabelan.
Kegiatan P5 ini diakhiri dengan penyerahan tanda kasih dan penandatanganan banner yang disediakan oleh SMA Tarakanita. Banner yang ditandatangani oleh menjadi bukti terjalinnya persaudaraan dan perjanjian antara siswa/siswi SMA Tarakanita dan santri Ponpes Pabelan untuk merawat kebhinekaan. Diakhir kegiatan seluruh peserta berfoto bersama untuk mengabadikan momen ini. (Fidelis Putri - PLP Universitas Tidar)
-
there are no comments yet